SUMENEP, DIMADURA — Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep belum memberikan jawaban mengenai penyebab kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani, 22 tahun. Sementara itu, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep mengaku masih menunggu informasi internal sebelum memberikan keterangan lebih jauh.
Hingga kini, pihak keluarga masih menantikan kepastian penyebab kematian Dani.
Pemuda asal Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS BHC pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Tiga hari setelah kematian tersebut, Jumat (16/10) pagi tadi, sekitar pukul 09.00 WIB, perwakilan RS BHC mendatangi rumah duka.
Kedatangan mereka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus meminta maaf kepada keluarga.
Perwakilan keluarga berinisial Y mengatakan kunjungan itu belum menjawab pertanyaan mereka mengenai penyebab kematian Dani. Keluarga juga meminta penjelasan mengenai hasil investigasi internal yang dilakukan rumah sakit.
“Mereka belum bisa menjawab. Kata mereka investigasinya belum selesai,” kata Y kepada wartawan, Jumat (16/10) sore.
Menurut Y, keluarga ingin memperoleh penjelasan medis yang dapat menerangkan rangkaian peristiwa sebelum Dani meninggal.
Sebelumnya, Dani dilaporkan mengalami kejang dan mengeluarkan busa dari hidung serta mulut ketika menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Peristiwa itu memunculkan dugaan malapraktik. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut.

