Dugaan pemotongan beasiswa KIP di UNIBA Madura menggemparkan. Ratusan juta rupiah disebut raib, mahasiswa mengeluh, sementara kampus membantah. Siapa yang bermain dalam pusaran dana ini?

NEWS DIMADURA, SUMENEP - Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura tengah diterpa badai dugaan penyimpangan dana beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2023. Jumlah yang dipertanyakan pun tidak main-main—nyaris setengah miliar rupiah. Sejumlah mahasiswa mengaku hak mereka atas dana beasiswa tidak diterima sepenuhnya, sementara pihak kampus bersikeras tidak ada pemotongan.

Di tengah tarik ulur pernyataan, pertanyaan besar muncul: ke mana mengalirnya dana ratusan juta yang seharusnya menjadi hak mahasiswa?

Jejak yang Hilang

Berdasarkan data yang beredar, mahasiswa penerima beasiswa KIP di UNIBA Madura tahun 2023 berjumlah total 399. Rinciannya, Skema 1 diberikan kepada 205 mahasiswa, Skema 2 kepada 172 mahasiswa, serta tambahan 22 mahasiswa dari angkatan 2021 dan 2022 sebagai penerima pengganti.

Dugaan pemotongan terjadi pada Skema 1, yang mencakup biaya pendidikan Rp2,4 juta dan biaya hidup Rp2,4 juta, sehingga totalnya Rp4,8 juta per semester. Namun, menurut pengakuan sejumlah mahasiswa, dana untuk biaya hidup itu justru tidak mereka terima pada pencairan tahap pertama.

Baca Juga:Rora Bhâsa

"Masalah ini sudah viral sejak tahun lalu. Hampir 70 persen penerima KIP 2023, terutama Skema 1, tidak menerima pencairan semester pertama," ujar seorang mahasiswa yang enggan disebut namanya.

Lebih jauh, ia menyebut dana tahap pertama yang seharusnya diberikan kepada mahasiswa justru "diamankan" oleh pihak-pihak tertentu.

Nama-nama yang disebut mencakup "kakak tingkat", ketua organisasi mahasiswa, hingga dosen yang diduga terlibat dalam proses rekomendasi penerima KIP.

Sumber tersebut juga mengungkap bahwa sistem pencairan yang seharusnya transparan justru terasa seperti permainan yang dikendalikan oleh tangan-tangan tak terlihat.

"Informasinya, pencairan pertama itu full untuk oknum di atas—kakak tingkat, ketua organisasi mahasiswa, bahkan ada dosen yang merekomendasikan mahasiswa penerima KIP," katanya.

Jika dugaan ini benar, maka dengan asumsi setiap mahasiswa Skema 1 kehilangan Rp2,4 juta, total dana yang diduga "dipotong" mencapai Rp492 juta.

Bantahan dari Pihak Kampus

Di tengah ramainya tudingan, Rektor UNIBA Madura, Rahmad Hidayat, memastikan bahwa seluruh dana beasiswa langsung masuk ke rekening mahasiswa tanpa campur tangan pihak kampus.