Kendati demikian, peta politik menuju 2029 tidak hanya ditentukan oleh persoalan pemakzulan, tetapi juga oleh kondisi ekonomi, kinerja pemerintahan, tingkat kepercayaan masyarakat, dan soliditas koalisi partai politik.

“Bagi Prabowo, tantangannya bukan sekadar menentukan sikap terhadap polemik pemakzulan, melainkan memastikan setiap keputusan tetap berpijak pada kepentingan nasional, menjaga stabilitas pemerintahan, dan menghormati mekanisme konstitusional yang berlaku,” pungkas Baihaki. ***