NEWS SUMENEP,DIMADURA – Kepolisian Daerah (Kepolda) Jawa Timur mengerahkan satu peleton pasukan Brimob Batalyon D Satbrimob ke Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, untuk menstabilkan situasi pasca kerusuhan dan pembakaran fasilitas waterpark pada Selasa (4/11/2025) malam.
Sebanyak 67 personel Brimob diberangkatkan dari Mapolres Sumenep pada Rabu malam (5/11/2025).
Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Kapolres Sumenep AKBP Rivanda Syahri, dengan dihadiri sejumlah pejabat utama Polres serta Komandan Kompi I Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jatim AKP Ari Dwi Antoro dan Wadanki I IPTU Jefri Fagianto.
Dalam arahannya, AKBP Rivanda menekankan pentingnya profesionalitas dan sikap humanis dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Kehadiran Brimob di Kangean bertujuan menciptakan kembali rasa aman di tengah masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan hindari tindakan arogan,†ujar Rivanda.
Ia menambahkan, koordinasi antarsatuan menjadi hal krusial untuk mencegah kesalahpahaman selama proses pengamanan berlangsung.
“Segala tindakan harus satu komando dengan Danki Brimob. Jaga kehormatan institusi dan pastikan Mako Polsek Kangean tetap aman dari potensi gangguan,†katanya menegaskan.
Kehadiran pasukan elite Polri itu merupakan langkah lanjutan setelah meningkatnya ketegangan antara warga dan aparat kepolisian di Kangean.
Insiden bermula dari aksi protes masyarakat terhadap aktivitas survei seismik migas yang dilakukan PT Kangean Energy Indonesia (KEI) di perairan sekitar pulau.
Sejumlah warga menilai kegiatan eksplorasi tersebut berpotensi mengganggu ekosistem laut dan mengancam sumber mata pencaharian nelayan setempat.
Aksi penolakan kemudian berujung ricuh, hingga tujuh nelayan diamankan aparat karena diduga terlibat dalam provokasi terhadap kapal migas yang tengah beroperasi.
Polres Sumenep belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait proses hukum terhadap para nelayan yang diamankan tersebut.
"Kami kepolisian berharap penempatan pasukan Brimob dapat meredam situasi yang memanas serta memulihkan kondisi sosial masyarakat Kangean agar kembali kondusif,"pungkasnya.***

