Menurut dia, materi tidak hanya memperkenalkan pengertian menabung, tetapi juga menjelaskan manfaat membangun kebiasaan tersebut sejak dini, langkah-langkah memulai menabung, hingga berbagai pilihan tempat menyimpan uang, mulai dari celengan di rumah hingga lembaga keuangan seperti bank.

"Kami berupaya menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan agar anak-anak mudah memahami pentingnya menabung dan terdorong mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari," kata Virzan.

Selain memberikan pemahaman mengenai konsep dasar menabung, mahasiswa juga mengajak peserta mengenali manfaat jangka panjang dari kebiasaan tersebut.

Menabung dinilai mampu membentuk sikap disiplin, hidup hemat, serta menjadi bekal dalam mempersiapkan kebutuhan di masa depan.

Sebaliknya, anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai risiko apabila tidak memiliki kebiasaan menabung, seperti kesulitan mengatur uang saku, kecenderungan membelanjakan uang untuk kebutuhan yang kurang penting, hingga tidak memiliki simpanan ketika menghadapi kebutuhan mendesak.

Agar suasana belajar lebih menarik, penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut membuat peserta aktif berpartisipasi dengan menjawab pertanyaan, menyampaikan pengalaman pribadi, hingga berdiskusi mengenai kebiasaan mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Respons aktif dari anak-anak menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan minat sekaligus pemahaman mereka terhadap pentingnya literasi keuangan sejak usia dini.

"Kami harapkan melalui Program MENARA ini edukasi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori semata, tetapi mampu mendorong anak-anak membiasakan diri menyisihkan sebagian uang saku secara rutin," harap dia. ***