Melalui rangkaian kegiatan tersebut, festival diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap pangan lokal sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha kuliner.

Penyelenggaraan Festival Kuliner Nusantara melibatkan sejumlah perangkat daerah, yakni Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan, serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag).

Kegiatan ini juga didukung PCPI dan tim Asmaraloka Organizer yang menangani manajemen serta pelaksanaan acara.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menyatukan kepentingan pengembangan pariwisata, ketahanan pangan, perikanan, perdagangan, UMKM, dan industri kreatif dalam satu kegiatan promosi daerah.

Ke depan, pengembangan kuliner khas Sumenep membutuhkan upaya berkelanjutan agar promosi melalui festival dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha. 

Peluang tersebut antara lain dapat diperkuat melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, serta perluasan akses pasar.

Dengan mengangkat mento dan kaldu kokot, Festival Kuliner Nusantara menempatkan kekayaan pangan lokal sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus potensi ekonomi Sumenep.

Tema “Lokal Berkarya, Pangan Berdaya, Sumenep untuk Nusantara” pun menjadi dorongan untuk memperkenalkan kuliner daerah secara lebih luas, sekaligus memperkuat peran masyarakat dan pelaku usaha dalam menjaga serta mengembangkan warisan kuliner lokal. ***