Khofifah mengapresiasi partisipasi para dokter yang turut memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam pemeriksaan gigi.
“Terima kasih juga IKA Unair ini, karena kekuatan untuk dokter giginya kuat. Baik yang dari Surabaya, tadi saya lihat dari Sidoarjo dan dari Sumenep,” ucapnya.
Selain layanan kesehatan, Pemprov Jawa Timur menyalurkan bantuan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Pantai Slopeng menerima zakat produktif yang diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha sekaligus membuka peluang pengembangan usaha.
Dukungan juga diberikan kepada sektor pertanian dan perikanan. Bantuan alsintan diserahkan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) di Sumenep, sedangkan nelayan menerima bantuan alat tangkap.
Menurut Khofifah, penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap daerah. Karena itu, jenis bantuan yang diberikan dapat berbeda antara satu wilayah dan wilayah lainnya.
“Daerah sesuai dengan kebutuhanlah, kalau berkala enggak butuh bagaimana. Banyak sekali, saya membagikan hampir semua kabupaten,” tuturnya.
Bakti sosial tersebut juga mencakup bantuan bagi penyandang disabilitas berat serta Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi warga lanjut usia berumur di atas 70 tahun.
Di bidang pendidikan, Pemprov Jawa Timur menghadirkan mobil perpustakaan keliling untuk memperluas akses bacaan bagi anak-anak di kawasan pesisir.
Khofifah berharap layanan literasi tersebut dapat menambah pengetahuan generasi muda sekaligus mengenalkan potensi maritim Indonesia sejak dini.

