Di sisi lain, di tengah keberhasilan Festival Musik Tong-Tong menembus agenda pariwisata nasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai membidik peluang agar lebih banyak kegiatan seni dan budaya daerah masuk dalam KEN pada 2027.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, daerahnya memiliki sekitar 110 acara yang diselenggarakan sepanjang tahun.
Menurut dia, potensi tersebut perlu dikembangkan agar tidak hanya Festival Musik Tong-Tong yang memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
“Harapannya ke depan, Karisma Event Nusantara ini bukan hanya musik Tong-Tong. Kita berharap ada beberapa event lain yang kita miliki. Selama ini kita melaksanakan 110 event, itu harapan kita agar ada event-event yang lain bisa masuk KEN tahun 2027,” kata Fauzi seusai acara Festival Musik Tong-Tong Se-Madura 2026. Sabtu (17/10/26) malam.
Ia menilai, keberagaman agenda seni dan budaya yang dimiliki Sumenep menjadi modal untuk memperluas promosi pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Fauzi juga menyoroti keterlibatan seniman dari luar daerah dalam festival tersebut.
Penampilan seniman asal Bali pada pembukaan acara, yang berlangsung di kawasan depan Masjid Jamik Sumenep, dinilai menunjukkan bahwa festival dapat menjadi ruang pertemuan dan kolaborasi seni lintas daerah.
“Ini salah satu bagaimana seni dan budaya itu bisa ditampilkan di mana saja. Termasuk dari Bali pun juga bisa kita kasih ruang untuk tampil di sini,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan harapannya agar sejumlah agenda unggulan Sumenep lainnya dapat mengikuti jejak Festival Musik Tong-Tong dan masuk dalam daftar KEN 2027.
"Kami harap dapat memperluas pengenalan potensi budaya Sumenep sekaligus meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan ke daerah berjuluk Kota Keris itu," tuturnya.

