NEWS DIMADURA – Bocornya data nasabah Bank Mandiri Sumenep mencuat setelah Rifki mengaku menyesal lantaran telah mendaftar sebagai penerima bantuan pinjaman di bank BUMN tersebut. Namanya kini diduga tercatat buruk di BI checking sebab kondisi yang tak ia inginkan.

Rifki menjadi korban penipuan yang diduga melibatkan orang dalam bank Mandiri Sumenep. Data sensitifnya bocor dan berhasil dimanfaatkan oleh pelaku penipuan yang berhasil mengakses informasi kartu kreditnya.

"Padahal saya tidak pernah memberikan kode OTP kepada siapapun, termasuk kepada keluarga dan kerabat, tidak pernah," akunya kepada media ini, Jumat tanggal 27 September 2024.

Kasus ini bermula saat Rifki mendaftar kartu kredit yang terafiliasi dengan Shopee melalui Bank Mandiri pada Februari 2024. Setelah pengajuan kartu kreditnya disetujui dengan limit awal Rp5 juta, proses pengiriman kartu mengalami keterlambatan. Pada Maret, Rifki menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai staf Bank Mandiri.

"Penelepon itu menanyakan apakah kartu kredit saya sudah sampai, dan informasinya persis seperti yang disampaikan oleh staf Mandiri, jadi saya percaya saja," katanya.

Kecurigaan Rifki muncul pada Mei 2024 ketika penelepon yang sama menawarkan kenaikan limit kartu kredit hingga Rp10 juta. Tanpa diminta, penipu berhasil mengakses kode OTP yang ada di ponsel Rifki.

Beberapa hari kemudian, Rifki mengaku terkejut saat mendapati limit kartu kreditnya hanya tersisa Rp240 ribu. Dalam keterangannya, uang tersebut digunakan untuk transaksi pembelian ponsel di Jakarta, yang sama sekali tidak ia lakukan. "Kok bisa, padahal handphone saya dikunci dengan pengamanan berlapis," ujarnya.

Merasa ditipu, Rifki segera melaporkan kasus ini ke Bank Mandiri, namun tanggapan yang ia terima menurutnya sangat mengecewakan. "Mereka malah menyalahkan saya, katanya OTP sudah masuk ke ponsel saya, jadi tanggung jawab tetap dibebankan ke saya. Padahal saya tidak pernah beli ponsel di Jakarta," tegasnya.

Rifki menilai bahwa kebocoran data ini sangat mungkin berasal dari dalam, mengingat penipu memiliki akses informasi detail tentang kartu kredit dan data pribadinya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan aplikasi ShopeeShopee secara langsung, menambah kecurigaan terhadap sumber kebocoran data.