“Teknologi, terutama Artificial Intelligence (AI), adalah peluang sekaligus tantangan. Mahasiswa harus menguasainya, bukan malah dikuasai,†tegas AHY saat orasi, sebagaimana dilansir laman resmi UTM Bangkalan.
[caption id="attachment_14615" align="aligncenter" width="800"]
Sejumlah Akademisi UTM Bangkalan Pose Bersama AHY (Sumber Foto: LPM Spirit Mahasiswa UTM Bangkalan)[/caption]
Ia juga menyentil pentingnya kepemimpinan transformatif dan pemanfaatan potensi energi nasional demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Setelah AHY, sesi dilanjutkan dengan materi bertema Toxic Relationship oleh Hera Wahyuni, Sumriyah, dan Nailur Rohmah. Mereka menekankan pentingnya relasi sehat dan kesadaran akan kekerasan dalam kehidupan mahasiswa.
UKM-KM dan Budaya Lokal Hidupkan Kampus
Hari kedua PKKMB, Selasa (5/8), menjadi panggung apresiasi budaya dan kreativitas mahasiswa. D. Zawawi Imron, sastrawan nasional yang juga asal Sumenep, turut membakar semangat mahasiswa lewat puisi dan petuah kebudayaan.
“Tanah air ini bukan cuma tempat berpijak, tapi tempat jiwa kita tumbuh. Cintai Madura, cintai Indonesia,†serunya.
Di sesi yang sama, anggota DPR RI dari Dapil Madura, Eric Hermawan, menyoroti dampak double disruption akibat pandemi dan perkembangan teknologi. Menurutnya, generasi muda harus mampu menyeimbangkan antara teknologi dan nilai-nilai komunikasi sosial.
Setelah sesi materi, sebanyak 21 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keluarga Mahasiswa (KM) tampil memperkenalkan diri kepada mahasiswa baru. Mulai dari UKM keagamaan, pencinta alam, seni, pers mahasiswa, hingga lembaga legislatif dan yudikatif kampus tampil bergantian, mencerminkan kekayaan dinamika mahasiswa UTM.
Serah Terima dan Harapan Masa Depan
Pada penutupan PKKMB, Rabu (6/8), ribuan mahasiswa baru secara simbolik diserahkan kepada masing-masing fakultas oleh panitia pusat. Wakil Rektor I Bidang Akademik, Achmad Amzeri, menjelaskan sistem pembelajaran berbasis SKS dan pentingnya pengabdian masyarakat serta riset di perguruan tinggi.
“Ilmu di sini tidak hanya untuk dibaca. Gunakan untuk mengabdi dan meneliti,†pesannya.
Surokim, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar menjaga integritas selama menempuh pendidikan.

