Pandangan ini diperkuat oleh hadis yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melihat gambaran nyata dari surga dan neraka.

  • Pendapat bahwa Surga dan Neraka Belum Berwujud Secara Aktual

Sebagian ulama lain, termasuk Al-Juwaini dan beberapa teolog Mu’tazilah, berpendapat bahwa surga dan neraka masih dalam ketetapan Allah dan belum diwujudkan secara nyata.

Mereka berargumen bahwa kiamat belum terjadi, sehingga tempat pembalasan bagi manusia belum diaktifkan secara penuh. Mereka juga menginterpretasikan penglihatan Nabi sebagai bentuk visualisasi atau perumpamaan yang diberikan oleh Allah sebagai gambaran tentang realitas yang akan terjadi di akhirat.

Sekilas Analisis

Dalam memahami pertanyaan ini, penting untuk meninjau konsep waktu dalam Islam. Allah tidak terikat oleh dimensi waktu sebagaimana manusia. Apa yang bagi kita terlihat sebagai sesuatu yang akan datang, bagi Allah bisa jadi sudah terjadi dalam ketetapan-Nya.

Oleh karena itu, ketika Nabi Muhammad SAW diperlihatkan surga dan neraka, bisa jadi itu adalah penglihatan terhadap realitas yang sudah ada dalam dimensi yang berbeda, atau sebagai gambaran tentang ketetapan Allah yang pasti terjadi di masa depan.

Sebagian ulama berpendapat bahwa keberadaan surga dan neraka yang dilihat oleh Nabi bisa jadi dalam bentuk yang belum sempurna, karena kiamat belum terjadi. Namun, hal ini tidak mengurangi kepastian bahwa keduanya adalah tempat pembalasan akhir yang nyata.

Dengan kata lain, surga dan neraka sudah ada dalam kehendak dan ketetapan Allah, tetapi manifestasi penuh dari keduanya akan terjadi setelah hari kiamat.

Dari perspektif keimanan, yang paling penting bukanlah apakah surga dan neraka sudah terjadi secara fisik atau masih dalam rencana Allah, tetapi bagaimana keyakinan terhadap keduanya mempengaruhi amal perbuatan manusia di dunia.

Rasulullah SAW tidak hanya diperlihatkan surga dan neraka, tetapi juga menjadikannya sebagai motivasi bagi umatnya untuk menjalani kehidupan yang penuh kebaikan, serta menjauhi segala hal yang bisa menjerumuskan ke dalam siksaan abadi.