"Chairil Anwar bukan hanya seorang penyair, tetapi juga simbol budaya dan sejarah. Ia dihormati oleh semua generasi di Indonesia sebagai bapak puisi modern dan ikon perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan," tambahnya.
Puisi "Aku" Karya Chairil Anwar
Berikut isi lengkap puisi Aku yang kini terpajang di stasiun kereta bawah tanah Seoul, Korea Selatan:
Aku Karya Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang'kan merayu Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi.

