Sementara itu, Abe yang pernah berkiprah di Jawa Pos, menyampaikan terima kasih dan harapan agar forum serupa dapat terus berlanjut di masa depan. "Terima kasih," ucapnya.
Acara ditutup dengan pembagian bingkisan berupa sarung dan uang transport, serta momen buka puasa bersama yang hangat di ruang makan Hotel El-Malik.
Kebersamaan dan diskusi ini pun menjadi bukti bahwa meskipun zaman terus berubah, semangat jurnalistik dan persaudaraan tetap harus terjaga di antara para pewarta Sumenep.
Acara ini dinilai mencerminkan kematangan profesi dunia jurnalistik di Kabupaten Sumenep. Para peserta mengungkapkan bahwa forum seperti ini membuka ruang dialog yang konstruktif serta memberikan inspirasi bagi generasi muda.
Beberapa wartawan yang hadir pun berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan sebagai wadah berbagi pengalaman, meningkatkan profesionalisme, dan menjaga nilai-nilai kejujuran serta keberanian dalam melaporkan fakta, sekaligus memperkuat solidaritas di antara seluruh jurnalis.
"Siapa lagi anggota dewan Jatim asal Sumenep? Ada nggak ya, atau mereka masih belum dilantik, sehingga belum sempat adakan acara begini," celetuk Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono, setengah guyon, manggil Anggota DPRD Jatim lain agar sedia mengadakan acara serupa.
Acara Sarasehan Keagamaan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat jaringan dan kolaborasi antar media di era informasi global.***

