Diskusi semakin dinamis ketika sesi tanya jawab dibuka. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan kritis, termasuk terkait isu viral pengiriman kepala babi dan dampaknya terhadap stabilitas sosial.

Salah satu peserta, Rokib, bertanya tentang bagaimana konsep "Allah tersenyum jika melihat perjuangan" bisa menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan sistem yang korup.

Menanggapi hal itu, Azam menegaskan bahwa perjuangan melawan ketidakadilan harus dilakukan dengan niat yang lurus dan konsisten. "Ingat Bismillah," jawab Azam.

FGD yang berlangsung dengan intens ini ditutup dengan buka puasa bersama dan ajakan Azam Khan agar masyarakat tidak tinggal diam dalam menghadapi ketidakadilan hukum.

"Kita harus bangkit bersama, menuntut reformasi sistem hukum secara menyeluruh agar kepercayaan publik dapat kembali pulih," pungkasnya.

Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen jurnalis Sumenep ini sekaligus menjadi ajang refleksi atas kondisi hukum dan politik di Indonesia.

Diskusi berlangsung penuh kritik tajam, menggarisbawahi urgensi perubahan, dengan harapan Indonesia bisa menjadi negara yang lebih adil dan bermartabat.***