Sementara itu, Humas PT Garam, Miftahul Arifin, membantah bahwa acara tersebut merupakan kegiatan perusahaan. “Itu acara Disparbud, bukan acaranya PT Garam,†jelasnya.
Ia bahkan mengaku tidak menghadiri acara tersebut. “Kebetulan untuk itu saya tidak bisa datang, ada maulid di tetangga, ternyata itu Festival Garam,†imbuhnya.
Saat ditanya apakah PT Garam diminta kontribusi dalam festival ini, ia meminta agar hal tersebut ditanyakan langsung ke Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar).
“Kalau itu coba tanya ke Disparbud saja, itu yang tahu kepala pegaramannya, yang punya wilayah,†ucapnya.
Kritik publik terhadap Festival Garam semakin tajam karena berbarengan dengan sorotan lama soal banjir musiman di jalan poros Sumenep.
Mei lalu, Bupati Achmad Fauzi sempat menegur PT Garam karena dianggap tidak serius dalam menangani persoalan banjir. Bahkan warga Patean dan Nambakor kerap menghadapi genangan setinggi lutut orang dewasa setiap musim hujan.
Hingga berita ini tayang, Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan belum menanggapi upaya konfirmasi media ini.***

