Ada ritual pembentukan. Musyawarah desa khusus. Berita acara ditandatangani. Notaris memproses. Itu penting. Tapi itu hanya tahap awal. Akhirnya, yang menentukan adalah apakah ada modal kerja, pasar untuk produk, dan pengurus yang paham buku tabungan dan risk management. Tanpa itu, Kopdes hanya akan layaknya kopyor. Cantik, tapi gampang remuk.

PKDI tidak boleh jadi sekadar payung seremonial kepala desa. PKDI harus jadi alat kontrol kolektif kepala desa. Mengawasi rekam jejak pengurus Kopdes. Mendorong pelatihan. Menekan agar dana bergulir tidak berubah jadi dana menguap. Pergantian nama AKD ke PKDI tidak seperti mengganti spanduk.

DPMD boleh puas mengesahkan akta. Tapi setelah itu, harus lanjut bentuk tim pendamping, audit berkala, dan mekanisme pembinaan. Bukan laporan satu halaman yang terlihat bagus di layar rapat. Bukan slide yang berkilau di acara puncak.

Kepala desa tidak boleh lagi menjadi tanda tangan semata. Kalau kepala desa ingin dikenang, jadilah kepala desa yang memilih pengurus kompeten; yang mendesain pasar lokal; yang memastikan produk tani dan hasil laut punya jalur ke pembeli. Kepala desa yang baik membuat Kopdes hidup, bukan mati perlahan.

DPRD harus bertanya keras. Komisi A harus cek regulasi. Komisi B harus audit aliran dana. Komisi C harus melihat apakah Kopdes terintegrasi ke pembangunan desa. Panggil DPMD. Panggil dinas koperasi. Panggil kepala desa. Buka data. Publikasikan hasil pemeriksaan. Jika perlu, buat panitia khusus. Pengawasan bukan melulu kunjungan foto; pengawasan adalah tugas yang menuntut hasil.

Pilihan sederhana. Biarkan 334 akta itu menjadi koleksi kopyor di lemari. Atau, isi mereka dengan daging kerja nyata. Modal bergulir transparan, pelatihan pengurus, pasar untuk produk, hubungannya jelas dengan BUMDes. Pilihannya tidak rumit. Eksekusinya yang berat.

Tapi, bapak-bapak.. tuan-tuan, bukankah batu itu harus ditabrak. Birokrasi tidak baik senang akta. Kepentingan lokal jangan nutup akses. Legislator dilarang selalu sibuk urus kursi.

Jika tak ada yang berani nabrak, Kopdes akan tetap jadi kopyor Merah Putih. Indah di luar, kosong di dalam.

Salamun 'alaina wa 'alaikum!


Mazdon | Pemred dimadura.idMazdon | Pemred dimadura.id. Suka membaca keadaan. Kadang sedikit usil. Hobi main catur dan tenis meja.