Ia menilai operasi penertiban rokok ilegal, khususnya di Madura, cenderung menyasar pelaku usaha kecil, sementara aktor besar dinilai belum tersentuh. Menurutnya, Madura menjadi pihak yang paling dirugikan dalam kebijakan penindakan tahun ini.

“Kenyataannya, Madura justru menjadi korban kebijakan Bea Cukai. Yang aneh, polisi juga ikut melakukan penangkapan,” kata Zainal dalam forum tersebut.

Ia juga mempertanyakan tumpang tindih kewenangan antarinstansi yang dinilai berpotensi memperberat beban industri kecil dan rumah tangga.

“Sebetulnya di mana peran polisi dalam urusan penangkapan rokok ilegal? Ini menurut saya jadi terasa janggal,” tegas Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin. ***