Kapal tersebut melakukan pengisian bahan bakar untuk mendukung kebutuhan operasi berikutnya.
Nanang mengatakan, pola pengelolaan operasi SAR juga mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya koordinasi seluruh unsur dilakukan melalui satu posko terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak, kini mekanisme tersebut dikembalikan kepada masing-masing kesatuan.
Dalam mekanisme tersebut, setiap unsur kembali mengendalikan sumber daya pencarian sesuai tugas, fungsi, dan tingkat kesiapsiagaan masing-masing.
Meski pola koordinasi berubah, pemantauan terhadap informasi terkait keberadaan kapal maupun korban tetap menjadi perhatian.
"Setiap perkembangan dari lapangan akan menjadi bahan koordinasi untuk menentukan langkah SAR selanjutnya," tutupnya. ***

