Perwakilan keluarga berinisial Y sebelumnya menyampaikan bahwa pihak BHC telah mendatangi rumah duka di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, pada Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, manajemen menyampaikan belasungkawa dan meminta maaf atas meninggalnya Dani.
Namun, menurut Y, pihak rumah sakit belum dapat menjelaskan hasil investigasi internal.
“Mereka belum bisa menjawab. Kata mereka investigasinya belum selesai,” kata Y.
Keluarga masih mempertanyakan kemungkinan adanya kekeliruan dalam penanganan medis serta langkah yang akan diambil apabila pemeriksaan menemukan kesalahan. Menurut Y, pihak rumah sakit menyatakan persoalan tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara Keterangan RS BHC dan Dinkes Sumenep
Hingga berita ini diterbitkan, Sabtu (17/10), upaya konfirmasi kepada Humas RS BHC Sumenep, Sandra Rahestri, melalui saluran WhatsApp pada Jumat (16/10/2026), pukul 09.28, 09.29, 12.57, dan 13.42 WIB, belum mendapatkan tanggapan.
Sejumlah wartawan juga mendatangi RS BHC sekitar pukul 10.00 WIB untuk meminta keterangan langsung. Namun, petugas keamanan tidak mengizinkan awak media menemui Sandra dengan alasan belum ada janji pertemuan.
Sebelumnya, Sandra menyatakan manajemen masih melakukan investigasi internal ketika dikonfirmasi Rabu, 14 Oktober 2026.
“Terkait berita yang sedang beredar, kami dari manajemen belum bisa menyampaikan penjelasan terkait hal ini. Agenda kami pagi ini masih dilakukan investigasi secara internal,” kata Sandra.
Ia juga menyebut manajemen berencana berkomunikasi dengan keluarga setelah investigasi selesai.

