“Insyaallah bila semua sudah kami investigasi, kami akan melakukan pendekatan dan komunikasi dengan pihak keluarga yang berduka,” ujarnya.

Namun, hingga Jumat, 16 Oktober 2026, hasil investigasi tersebut belum dipaparkan secara terperinci kepada keluarga maupun publik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Ellya Fardasah, sebelumnya menyatakan masih perlu memastikan informasi mengenai kasus tersebut kepada jajaran dinas.

“Kami masih mau memastikan dulu ke teman-teman di dinas. Mohon maaf belum bisa berkomentar banyak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengawasan dan evaluasi dilakukan terhadap seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Sumenep.

“Kami tidak hanya fokus kepada satu rumah sakit, melainkan ke semua rumah sakit dan Puskesmas, pasti melakukan monitoring dan evaluasi,” imbuhnya. ***