"Yang saya nggak sukanya itu apa? Ya mereka itu sering intervensi seperti ini. Sering datang ke sini, ke Pak Teddy, saya juga sering lihat," katanya.

"Sempat saya tanya Pak Teddy, itu urusannya apa? Pak Teddy jawab ya itu, mereka selalu intervensi minta tuntutannya satu tahun setengah ya, atau satu tahun sekian dan bla bla bla," imbuhnya.

Ia juga mengajak masyarakat Desa Badur untuk datang langsung ke pengadilan agar memahami fakta persidangan, sehingga mereka tidak tersesat dalam asumsi.

"Makanya seperti yang disampaikan Pak Teddy tadi, masyarakat Badur ayo datang ke sini kalau pengen lihat, fakta persidangan seperti apa? Supaya mereka juga paham gitu lho, jangan asal menuduh kenapa menuntut ringan, lalu ini pasti ada duitnya. Jangan seperti itu, kita ini sama-sama kok, apalagi ini adalah perkara atensi lho," tegasnya.

Indra menutup pernyataannya dengan membantah dugaan adanya suap dalam penanganan perkara ini.

"Nggak mungkin lah kita seperti itu, kita survive kemarin kok, sebenarnya kalau kemarin kita mau, jujur aja, kita nggak mau P21. (Perkaranya, red) tipis mas," pungkasnya.***