Ia menyebut Madura Post sebagai rumah. Tempat bekerja tidak semata-mata diukur dari berapa besar penghasilan yang diterima.

Ada hubungan antarmanusia, kenyamanan berdiskusi dan kebebasan menjalankan profesi yang menurutnya jauh lebih penting.

“Jadi rumah bagi saya itu Madura Post,” katanya.

Tak Ada Jurnalis Senior dan Junior

Selama bertahun-tahun berada di lapangan, Hendra juga menemukan persoalan lain yang menurutnya masih melekat dalam dunia jurnalistik. Salah satunya budaya senioritas.

Ia tidak sepakat jika pengalaman atau lamanya seseorang berada di dunia jurnalistik kemudian dijadikan alasan untuk menempatkan wartawan lain sebagai kelas yang lebih rendah.

“Saya punya satu konsistensi dan komitmen bahwa dalam dunia jurnalisme itu tidak ada yang namanya jurnalis senior atau jurnalis junior,” tegasnya.

Menurut Hendra, profesi jurnalistik memiliki ukuran yang berbeda. Kemampuan mencari informasi, melakukan verifikasi, menulis dan mempertanggungjawabkan karya jauh lebih penting daripada latar belakang seseorang.

Ia bahkan kerap menemukan pertanyaan yang menurutnya tidak relevan dengan kualitas seorang wartawan.

“Kamu lulusan mana? Kamu aktif di mana? Kamu mantan aktivis?” adalah beberapa pertanyaan yang pernah ia temui dalam lingkungan jurnalistik.